Senin, 29 Mei 2017

Mengenal Nafisa




 



Ternyata Nafisa bukan sekedar merk kerudung biasa. Ada falsafah luar biasa dibalik nama nan indah itu.

Adalah Ibunda Khadijah ra. Beliau perempuan kaya raya, tapi berakhlak mulia. Beliau melihat diantara yang ikut membantu roda bisnisnya adalah seorang pemuda luar biasa. Tidak cuma tampan tapi juga berbudi sangat mulia, bahkan orang-orang menyematkan gelar “ al-amin “ kepadanya. Pemuda itu bernama “ Muhammad bin Abdillah. Ada rasa yang berbeda pada diri ibunda khadijah ra. Kepada pemuda tersebut, tapi beliau enggan mengungkapkannya. Betapa beliau sadar bahwa beliau sudah janda dua kali dan usianyapun sudah tidak muda lagi, yaitu 40 tahun, sementara Nabi Muhammad SAW kala itu masih berusia berusia 25 tahun. Akhirnya,kebuntuan itu terurai dengan datangnya seorang yang bernama “ Nafisa “ . Nafisa berhasil menjembatani rasa yang muncul antara dua insan tersebut. Takdir Allah, keduanyapun menikah, bahkan menjadi “pasangan pengantin teladan sepanjang zaman”.

Adalah Imam Syafi’i, seorang yang dikenal sebagai pakar fiqih sekaligus pakar Hadis. Gelar “ Na<shir al-Sunnah ( pembela Sunnah ) pernah disematkan kepadanya. Di tengah ketenaran dan keharuman namanya itu, tidak segan untuk tetap menuntut ilmu. Ia pun berguru kepada seorang ulama perempuan yang terkenal sebagai Nafi<satul ilm ( sumber pengetahuan islam yang berharga ). A<bidah ( seorang yang ahli ibadah ) dan Jahidah ( seorang yang berperilaku zuhud ), beliau adalah Sayyidah Nafisah. Bahkan sampai ajalnya tiba,imam al-Syafi’i senantiasa dibimbing oleh guru spiritualnya itu, yang masih ada garis Nasab dengan Rosulullah SAW tersebut.
Dari akar kata Nafisa kemudian menjadi kalimat “ Ka<na Nafi<san “ ( Indah, Bagus, sangat berharga ). Bisa juga menjadi kalimat : Na<fasa atau Tana<fasa yang berarti : berlomba-lomba dalam kebaikan. Bahkan dari akar yang sama bisa muncul kalimat “ Naffasa “. Dalam sebuah hadis, Rosulullah SAW bersabda :
“ Man Naffasa ‘an mu’minin kubatan min kurab al-dunya<, Naffasa Alla<hu ‘anhu< min kurab yaum al-Qiya<mah”
(( Barang siapa menghilangkan satu kesusahan seorang mukmin, berupa kesusahan-kesusahan yang ada di dunia ini, niscaya Allah akan menghilangkan darinya kesusahan-kesusahan pada hari kiamat )).

Mencermati dan menyadari makna agung dari “Nafisa” di atas, maka siapapun yang merasa menjadi bagian dari keluarga besar Nafisa Production, harus memiliki sikap berikut ini :
- Menjadi pribadi yang menyenangkan
- Memiliki semangat yang tinggi untuk memperbaiki diri
- Gemar membantu orang, terutama anggota keluarga dan kolega yang kesusahan
- Menjadi penghubung dalam setiap kebaikan
- Gemar menuntut ilmu
- Memiliki kedekatan yang intens dengan Allah SWT.

Sumber : Katalog Nafisa Edisi 2 2014

Sabtu, 22 Oktober 2016

Sabtu, 05 Juli 2014